Ini Four Kriteria Wajib Untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Kepemimpinan tidak lepas dari fenomena kemasyarakatan yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu bangsa dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Sulit untuk memimpin satu tim dimana setiap anggotanya tidak merasa terikat satu sama lain. Untuk alasan ini, seorang pemimpin harus bisa membuat anggota tim merasa dipercaya, memiliki nilai dan dukungan. Jangan sungkan untuk mendengarkan orang lain dan menerima masukannya, akan lebih bagus jika bisa mendorong mereka untuk bicara dan mengambil risiko. Bukalah satu diskusi yang terbuka dan jujur dan fokus untuk menemukan resousi efektif dari sebuah konflik.

Seorang pemimpin hendaknya memiliki pandangan yang luas, sabar, artinya seorang pemimpin itu mampu menampung segala macam persoalan dan mampu mencari penyelesaian. Strategi keenam dengan Konfrontasi dan kolaborasi, strategi ini sumber konflik dicari, didiskusikan dan bisa ditemukan, dimana ditekankan sekali betapa pentingnya kebersamaan dari kelompok yang konflik. Akan sulit rasanya jika seorang pemimpin tidak memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang yang ia pimpin.

Maka dari itu perlu bagi pemimpin untuk meningkatkan kualitas karakteristiknya. Kemampuan psychological akan berpengaruh terhadap fisik, begitu pun sebaliknya. Seorang pemimpin harus cakap dalam mengarahkan kinerja bawahannya. Seorang pemimpin harus mempunyai integritas, bertanggung jawab, mempunyai pengetahuan yang luas, percaya diri, mempunyai kepribadian Deposit Emoney yang baik atau jiwa sosial yang baik, serta kemampuan meyakinkan orang lain dalam membangun organisasi tersebut. [newline]Ketiga hal tersebut merupakan syarat dalam upaya memimpin orang lain demi tujuan yang diharapkan. Kepemimpinan banyak dihubungkan dengan proses memengaruhi orang lain, baik individu maupun orang-orang yang terdapat dalam suatu kelompok.

Pemimpin melandasi tindakan dan perkataannya dengan mempertimbangkan aspek-aspek sosio-emosional. Implementasinya, pemimpin memperhatikan harkat dan martabat pengikutnya sebagai sesama. Selain itu, dalam perilaku kesehariannya ia mampu menjadi penuntun dan memberikan pengarahaan baik bersifat konkrit maupun ideologis kepada bawahannya. Konsep ini juga berkaitan erat dengan kemampuan pemimpin dalam memahami dan mengamalkan ajaran luhur yang terkandung dalam agama dan menjunjung tinggi nilai-nalai moralitas. Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi pemimpin, maka ia harus menerima fakta bahwa semua orang memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadapnya dibandingkan orang lain dalam organisasi.

Sebuah watak menjadi pemimpin

Kondisi naik turun pada sebuah bisnis tentu hal biasa, tetapi tidak semua pemimpin bisa bersikap atau menyikapi hal tersebut dengan baik. Kesabaran diperlukan untuk menjaga pemikiran tetap tenang dan dingin, untuk menjaga kejernihan keputusan yang diambil. Pemimpin dapat bersifat laksana Lautan , samudra itu bersifat luas, dapat memuat apa saja bahkan bisa untuk menampung segala benda.